17 Desmber 2025 -TIDORE KEPULAUAN- Staf Ahli Wali Kota Tidore Kepulauan Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tidore Kepulauan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual dari Ruang Rapat Wali Kota Tidore Kepulauan,pada hari Senin (15/12/2025).
Rakor yang diikuti oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, menekan laju inflasi, serta memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hakim Adjam menyampaikan bahwa secara nasional terdapat sejumlah komoditas pangan strategis yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Komoditas tersebut antara lain cabai rawit merah (CRM), cabai merah keriting (CMK), dan bawang merah.
Menurutnya, hasil verifikasi lapangan yang dilakukan oleh pemerintah pusat telah mengonfirmasi temuan monitoring Kantor Staf Presiden (KSP), sehingga diperlukan perhatian khusus serta langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga di daerah.
Verifikasi lapangan memperkuat hasil pemantauan KSP, sehingga komoditas-komoditas tersebut harus menjadi fokus pengendalian inflasi oleh pemerintah daerah,” ujar Abdul Hakim.
Selain cabai dan bawang merah, ia juga mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah bahan pokok lain yang perlu mendapatkan mitigasi dan antisipasi dini terhadap potensi kenaikan harga. Di antaranya adalah telur ayam, daging ayam, bawang putih, Minyakita, daging sapi, serta beras medium.
Pemerintah daerah pun diimbau untuk terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga dan ketersediaan stok di pasaran. Hal ini dinilai penting untuk mencegah lonjakan harga yang berpotensi terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Untuk Kota Tidore Kepulauan sendiri, tren kenaikan harga saat ini terjadi pada komoditas bawang merah. Sementara komoditas lainnya hingga minggu kedua Desember masih terpantau relatif aman dan terkendali,” jelasnya.
Meski demikian, TPID Kota Tidore Kepulauan tetap mengambil langkah antisipatif. Dalam waktu dekat, tim berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar guna memastikan ketersediaan pasokan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang Nataru.
TPID akan melakukan sidak pasar dalam pekan ini untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga tidak melonjak,” tambah Abdul Hakim.
Berdasarkan data TPID, harga bahan pokok (bapok) di Kota Tidore Kepulauan pada minggu kedua Desember 2025 tercatat sebagai berikut: beras premium Rp18.000 per kilogram, beras medium Rp15.800 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp75.000 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai keriting berada di angka Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp55.000 per kilogram, bawang putih Rp50.000 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp23.000 per kilogram, Minyakita Rp18.000 per kilogram, telur ayam Rp36.800 per kilogram, serta daging ayam Rp40.000 per kilogram.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok melalui koordinasi lintas sektor, pengawasan pasar, serta langkah-langkah strategis lainnya demi menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi daerah.(Amat).
Tim Red-Editor media Mito DauriNetCom


