Halmahera Selatan, Maluku Utara — Cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi kembali menelan korban kendaraan laut di perairan Halmahera Selatan. Sebuah speedboat bernama Speed Perdana yang mengangkut 20 penumpang dilaporkan terbalik di pesisir pangkalan speedboat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, pada Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 10.40 WIT.
Beruntung, berkat reaksi cepat dan aksi heroik warga setempat, seluruh penumpang beserta operator kapal berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.
Berdasarkan keterangan operator kapal, Acan (45), speedboat berangkat dari Pelabuhan Leuwi menuju Kawasi pada pukul 08.00 WIT dengan membawa 20 penumpang. Cuaca saat keberangkatan dilaporkan masih aman, namun kondisi laut mulai berubah ketika kapal mendekati pesisir Kawasi.
> “Sekitar pukul 10.30 WIT, saat kami tiba di pangkalan Kawasi, gelombang sudah sangat tinggi dan kami kesulitan merapat,” ungkap Acan.
Saat mencoba memaksakan sandar pada pukul 10.40 WIT, ombak besar menghantam badan kapal. Kondisi laut yang bergelombang ditambah kepanikan penumpang membuat kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
Teriakan minta tolong dari para penumpang langsung mengundang respons warga Desa Kawasi. Sekitar pukul 10.45 WIT, puluhan warga berlari menuju pantai dan terjun ke laut untuk mengevakuasi korban satu per satu.
Dalam dokumentasi foto yang beredar, tampak warga bahu-membahu mengangkat speedboat ke darat serta mengamankan barang bawaan penumpang, seperti kardus dan jerigen.
Aksi cepat dan terkoordinasi itu memastikan 20 nyawa berhasil diselamatkan.
> “Dari insiden tersebut tidak ada korban jiwa,” bunyi laporan yang diterima dari lapangan.
Meskipun seluruh penumpang selamat, tiga mesin tempel speedboat dilaporkan rusak parah akibat terendam air laut. Selain itu, sejumlah barang bawaan penumpang juga sempat hanyut sebelum berhasil diamankan.
Otoritas setempat mengimbau semua operator kapal dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, terutama pada musim gelombang tinggi seperti saat ini.
Pihak berwenang menekankan pentingnya memantau informasi cuaca maritim serta menunda perjalanan bila kondisi laut tidak memungkinkan.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran di wilayah perairan Halmahera Selatan yang sering dilanda gelombang tinggi.
Redaksi: Mito
