Kondisi Pasar Sofifi Memprihatinkan, Becek Saat Hujan dan Berdebu Saat Kering, Warga Minta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan Segera Turun Tangan

SOFIFI — Kondisi Pasar Sofifi, yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara, dinilai semakin memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Minimnya dukungan infrastruktur dasar membuat pasar tersebut belum mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya yang diidentifikasi media ini, persoalan utama yang dihadapi Pasar Sofifi adalah kondisi lingkungan yang sangat bergantung pada cuaca. Saat hujan turun, area pasar berubah menjadi becek dan berlumpur. Genangan air menutupi akses jalan di dalam maupun di sekitar pasar, sehingga menyulitkan mobilitas pedagang dan pembeli.

Akibatnya, aktivitas jual beli kerap terganggu. Banyak pengunjung enggan masuk ke area pasar karena kondisi jalan yang licin dan tidak layak dilalui. Situasi ini secara langsung berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang, khususnya pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas harian di pasar tersebut.

Ironisnya, persoalan tidak berhenti ketika hujan reda. Saat cuaca kembali kering, kondisi pasar justru berubah menjadi sangat berdebu. Debu beterbangan di sepanjang area pasar dan sekitarnya, mengganggu pernapasan, menurunkan tingkat kebersihan, serta berdampak pada kualitas barang dagangan, terutama bahan pangan seperti sayur, ikan, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Kalau hujan, kami susah sekali berjualan. Air tergenang, jalan licin, pembeli juga malas masuk ke pasar. Setelah hujan berhenti, debunya luar biasa,” ujar AS (43), salah satu pedagang sayur di Pasar Sofifi, saat ditemui media ini.

Keluhan serupa juga disampaikan RN (38), pedagang ikan yang telah lama berjualan di pasar tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut bukanlah persoalan baru, melainkan sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya solusi yang nyata.

“Saat hujan becek, setelahnya berdebu. Kondisi ini sudah lama kami rasakan, tapi belum ada perbaikan yang jelas dari pemerintah,” ungkap RN.

Para pedagang berharap Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dapat segera mengambil langkah konkret, seperti peningkatan infrastruktur jalan pasar, sistem drainase yang memadai, serta penataan lingkungan pasar agar lebih layak dan higienis. Mereka menilai, sebagai pusat ekonomi di wilayah ibu kota provinsi, Pasar Sofifi seharusnya menjadi representasi tata kelola pasar yang baik dan manusiawi.

Selain berdampak pada kenyamanan dan kesehatan, kondisi pasar yang tidak tertata juga dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Jika dibiarkan berlarut-larut, Pasar Sofifi berpotensi kehilangan daya tarik sebagai pusat perdagangan dan berujung pada menurunnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Masyarakat dan pedagang pun berharap keluhan ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah, agar Pasar Sofifi dapat ditata secara layak, bersih, dan nyaman, sesuai dengan fungsinya sebagai jantung perekonomian masyarakat Sofifi dan sekitarnya.

Tim Redaksi

About The Author

More From Author

Sinergi Pemkot Ternate, FPK, dan Kesbangpol Bersihkan Pesisir Gambesi dalam Rangka HUT FPK ke-12 dan Hari Jadi Ternate ke-775

Pemprov Maluku Utara Resmi Luncurkan Program Mudik Bersubsidi Natal dan Tahun Baru 2025–2026, Sediakan Kapal Laut, Ferry, dan Bus Gratis untuk Ringankan Beban Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

Recent Post